Form Website ke WhatsApp dan Google Sheets dengan Apps Script
Untuk usaha yang berjualan lewat WhatsApp, form website bisa membuka chat dengan pesan siap kirim sekaligus mencatat data prospek ke Google Sheets.
Banyak UMKM di Indonesia berjualan lewat WhatsApp, dan itu masuk akal karena pelanggan sudah terbiasa di sana. Masalahnya, calon pembeli atau calon reseller sering langsung menyapa 'halo kak' tanpa data apa pun. Admin harus bertanya ulang nama, kota, dan kebutuhan mereka, dan tidak ada catatan rapi tentang siapa saja yang pernah tertarik.
Solusi yang hemat biaya adalah form di website yang melakukan dua hal sekaligus: membuka WhatsApp dengan pesan yang sudah terisi lengkap, dan mencatat datanya ke Google Sheets milik pemilik usaha lewat Google Apps Script. Tidak perlu server sendiri atau langganan CRM berbayar.
Alurnya, dari form sampai baris di spreadsheet
- Pengunjung mengisi form singkat di website: nama, nomor WhatsApp, kota, dan keperluannya.
- Saat tombol kirim ditekan, website menyusun pesan WhatsApp dari isian tadi dan membuka chat ke nomor bisnis Anda. Pengunjung tinggal menekan kirim.
- Di saat yang sama, data form dikirim ke alamat aplikasi web Apps Script yang terpasang di spreadsheet Anda.
- Skrip memeriksa isian, menolak kiriman yang mencurigakan, lalu menambahkan satu baris baru di sheet.
- Bila diinginkan, skrip juga mengirim email notifikasi ke pemilik usaha.
Apps Script adalah fitur bawaan Google Sheets untuk menulis skrip kecil. Skrip dipasang dengan akun Google pemilik usaha, sehingga spreadsheet dan datanya tetap milik Anda, bukan milik developer.
Contoh nyata: form mitra Devans Egg
Devans Egg adalah klien kami, usaha telur asin dari Cirebon yang berjualan lewat WhatsApp. Di website mereka, satu komponen form dipakai untuk empat keperluan: pendaftaran reseller, kerja sama bisnis, tester produk gratis, dan giveaway. Setiap jenis form punya isian wajib yang berbeda, tetapi kodenya sama, jadi perawatannya lebih mudah.
Setelah form dikirim, WhatsApp terbuka dengan pesan siap kirim. Bila alamat Apps Script sudah diisi di pengaturan situs, data juga tercatat di Google Sheets pemilik usaha dengan cek spam, ditambah cek pendaftar ganda khusus untuk giveaway. Pendaftaran giveaway hanya dibuka dalam periode tertentu, dan di luar periode itu skrip menolaknya. Hasilnya, pemilik usaha punya daftar calon mitra yang bisa disaring per kota atau per jenis form, alih-alih menggulir riwayat chat.
Menahan spam dengan honeypot dan waktu isi minimum
Begitu alamat form terbuka di internet, bot akan menemukannya. Dua teknik sederhana menahan sebagian besar spam tanpa mengganggu pengunjung asli:
- Honeypot. Form diberi satu kolom tambahan yang disembunyikan dari manusia. Pengunjung asli tidak melihat dan tidak mengisinya, tetapi bot cenderung mengisi semua kolom. Kalau kolom itu terisi, kiriman diabaikan.
- Waktu isi minimum. Manusia butuh beberapa detik untuk mengetik nama dan nomor. Bot sering mengirim form dalam sekejap. Kiriman yang terlalu cepat dianggap bot.
- Validasi di sisi skrip. Jangan hanya mengandalkan pengecekan di browser. Skrip di spreadsheet tetap memeriksa isian wajib dan format nomor WhatsApp.
Satu trik kecil: saat kiriman terdeteksi sebagai bot, kembalikan jawaban yang tampak sukses tetapi tidak simpan apa pun. Bot tidak tahu ia ditolak, sehingga tidak terdorong mencoba cara lain.
Menjaga data tetap rapi dan aman
- Simpan kolom nomor WhatsApp sebagai teks, supaya angka 0 di depan tidak hilang.
- Cegah isian yang diawali tanda =, +, -, atau @ terbaca sebagai rumus oleh spreadsheet.
- Pakai penguncian di skrip agar dua kiriman yang datang bersamaan tidak saling menimpa.
- Sediakan kolom yang diisi admin, seperti status, penilaian kualitas prospek, dan catatan.
- Bagikan sheet hanya ke email staf tertentu, jangan pakai opsi 'siapa saja yang memiliki link', dan aktifkan verifikasi dua langkah di akun Google pemilik.
Data ini berisi nama dan nomor WhatsApp, yaitu data pribadi. Sebutkan di kebijakan privasi website bahwa data disimpan di Google Sheets milik usaha Anda, simpan hanya selama dibutuhkan, dan pelajari UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Bila ragu soal kewajiban hukumnya, konsultasikan dengan profesional.
Batasan yang perlu Anda ketahui
- Apps Script punya batas pemakaian harian, misalnya jumlah email yang bisa dikirim. Untuk acara dengan banyak pendaftar seperti giveaway, sebaiknya notifikasi email per pendaftar dimatikan.
- Tautan WhatsApp hanya membuka chat dengan pesan terisi. Pengunjung tetap harus menekan kirim sendiri, jadi data di spreadsheet adalah catatan yang lebih bisa diandalkan.
- Mengirim pesan WhatsApp otomatis dari sistem memerlukan WhatsApp Business Platform (Cloud API) yang berbayar per pesan dan butuh verifikasi bisnis. Untuk usaha kecil, notifikasi email biasanya sudah cukup.
- Spreadsheet bukan CRM penuh. Bila prospek sudah puluhan per hari dan ditangani beberapa orang, saatnya mempertimbangkan sistem dengan tahap pipeline dan tugas tindak lanjut.
Langkah berikutnya
- Tentukan jenis form yang Anda butuhkan, misalnya pemesanan, reseller, atau kerja sama.
- Untuk setiap jenis, tulis isian wajib seminimal mungkin. Setiap kolom tambahan bisa membuat pengunjung batal mengisi.
- Siapkan Google Sheets dengan akun Google usaha, bukan akun pribadi staf.
- Rancang template pesan WhatsApp yang sopan dan lengkap, supaya admin bisa langsung membalas tanpa bertanya ulang.
- Tinjau sheet setiap minggu dan isi kolom status, agar Anda tahu berapa prospek yang akhirnya menjadi pembeli atau mitra.