Landing Page vs Company Profile: Mana yang Bisnis Anda Butuhkan?
Landing page fokus pada satu tindakan, sedangkan company profile membangun kepercayaan. Berikut cara memilih mana yang perlu Anda buat lebih dulu.
Saat memutuskan membuat website, banyak pemilik usaha langsung bingung dengan istilahnya. Ada yang menyarankan landing page, ada yang bilang cukup company profile, dan ada juga yang menawarkan keduanya sekaligus. Keduanya sama-sama website, tetapi tugasnya berbeda. Memahami perbedaan itu akan membantu Anda memulai dari yang paling berguna, bukan dari yang paling ramai dibicarakan.
Apa itu landing page
Landing page adalah satu halaman yang dibuat untuk satu tujuan. Pengunjung biasanya datang dari iklan, tautan di bio media sosial, atau kampanye tertentu, lalu diarahkan ke satu tindakan: mengisi form, chat WhatsApp, mendaftar, atau membeli. Semua isi halaman mendukung tindakan itu, dan hal-hal yang mengalihkan perhatian sengaja dikurangi.
- Satu pesan utama yang langsung menjawab kebutuhan pengunjung.
- Manfaat, bukti pendukung, dan jawaban atas keberatan yang paling umum.
- Satu ajakan bertindak yang diulang di beberapa titik halaman.
- Menu navigasi minimal, agar pengunjung tidak keluar ke halaman lain.
Apa itu website company profile
Website company profile adalah wajah resmi usaha Anda di internet. Isinya beberapa halaman yang menjelaskan siapa Anda, apa yang Anda jual, bagaimana cara memesan, dan bagaimana menghubungi Anda. Tugas utamanya adalah membangun kepercayaan. Calon pembeli, calon mitra, atau pihak bank yang ingin memeriksa usaha Anda akan mencari informasi di sini.
Company profile juga menjadi rumah untuk konten jangka panjang seperti artikel, FAQ, dan kebijakan privasi. Konten semacam inilah yang membantu usaha Anda muncul di hasil pencarian Google, karena setiap halaman bisa menjawab pertanyaan yang berbeda.
Perbedaan utama keduanya
- Tujuan: landing page mengejar satu tindakan; company profile memberi gambaran lengkap tentang usaha.
- Sumber pengunjung: landing page cocok untuk lalu lintas berbayar atau kampanye; company profile lebih banyak didatangi dari pencarian dan rujukan.
- Masa pakai: landing page bisa berganti mengikuti kampanye; company profile dirawat terus-menerus.
- Ukuran: landing page satu halaman; company profile biasanya beberapa halaman dengan navigasi.
- Pengukuran: landing page dinilai dari berapa pengunjung yang melakukan tindakan; company profile dinilai dari seberapa mudah usaha Anda ditemukan dan dipercaya.
Kapan sebaiknya mulai dari landing page
Pilih landing page lebih dulu bila Anda sudah tahu siapa pembelinya, punya satu produk atau penawaran utama, dan berencana mendatangkan pengunjung lewat iklan atau media sosial. Misalnya, Anda membuka pendaftaran program, meluncurkan produk baru, atau mencari reseller. Dalam situasi ini, halaman yang fokus biasanya lebih efektif daripada website lengkap yang membuat pengunjung berkeliling.
Contoh dari pekerjaan kami sendiri adalah alur pendaftaran les di Numekara. Calon siswa mengisi form, memilih paket, lalu langsung melihat instruksi pembayaran tanpa harus chat lebih dulu. Halamannya sengaja dibuat lurus menuju satu tindakan. Setiap langkah tambahan, seperti harus menunggu balasan admin, adalah titik di mana calon pembeli bisa berubah pikiran, sehingga landing page yang baik berusaha memangkas langkah-langkah tersebut.
Kapan sebaiknya mulai dari company profile
Company profile lebih tepat sebagai langkah pertama bila usaha Anda menjual banyak produk atau layanan, bergantung pada kepercayaan, atau ingin ditemukan lewat pencarian lokal. Toko, jasa daerah, produsen makanan, dan usaha yang melayani pembelian grosir umumnya masuk kategori ini. Pembeli mereka sering memeriksa dulu sebelum menghubungi.
Website Devans Egg, UMKM telur asin dari Cirebon yang menjadi klien kami, adalah contohnya. Situsnya berisi informasi produk, 11 artikel, data terstruktur untuk Google, dan kebijakan privasi. Di dalamnya ada bagian dengan form untuk reseller, kerja sama, dan tester yang membuka WhatsApp dengan pesan terisi. Jadi company profile tetap bisa punya bagian yang bekerja seperti landing page.
Kapan memiliki keduanya
Seiring usaha tumbuh, kebanyakan bisnis akhirnya butuh keduanya. Company profile menjadi pusat yang stabil, sedangkan landing page dibuat untuk kampanye tertentu. Pola yang rapi adalah menaruh landing page di domain yang sama, misalnya di alamat seperti /promo atau /daftar, sehingga pengunjung kampanye tetap bisa melihat profil lengkap bila ingin memeriksa lebih jauh.
- Mulai dari satu yang paling sesuai dengan cara Anda mendapatkan pembeli saat ini.
- Pastikan informasi dasar seperti nama usaha, produk, dan cara menghubungi konsisten di semua halaman.
- Tambahkan landing page saat ada kampanye atau penawaran khusus yang jelas.
- Pantau halaman mana yang paling banyak menghasilkan chat atau pendaftaran, lalu perbaiki bagian yang lemah.
Langkah berikutnya
Tuliskan dari mana sebagian besar pembeli Anda datang hari ini: iklan, media sosial, rekomendasi, atau pencarian Google. Jawaban itu biasanya sudah menunjukkan mana yang perlu dibuat lebih dulu. Setelah itu, tentukan satu tindakan utama yang Anda inginkan dari pengunjung, dan pastikan tindakan itu mudah dilakukan dari ponsel.