Google Search Console untuk Pemilik Bisnis: Sitemap dan Indeks
Search Console menunjukkan apa yang sebenarnya dilihat Google dari website Anda. Mulai dari verifikasi dan sitemap, lalu pelajari cara membaca laporan indeks dan performa.
Website yang sudah jadi belum tentu muncul di Google. Google perlu menemukan halaman Anda, membacanya, lalu memutuskan apakah halaman itu masuk indeks. Google Search Console adalah alat gratis dari Google untuk melihat proses itu dari sisi Anda: halaman mana yang sudah terindeks, mana yang belum dan kenapa, serta kata kunci apa yang membawa pengunjung. Panduan ini membahas langkah dasarnya, termasuk pengalaman kami sendiri saat sitemap di domain baru sempat berstatus "Tidak dapat mengambil".
Langkah 1: verifikasi properti
Properti adalah website yang ingin Anda pantau. Ada dua jenis, dan pilihan ini menentukan cara verifikasinya.
- Properti Domain mencakup seluruh domain sekaligus, termasuk versi http dan https serta subdomain seperti www. Verifikasinya lewat catatan TXT di DNS, yaitu pengaturan domain di tempat Anda membeli domain atau di penyedia DNS seperti Cloudflare.
- Properti Awalan URL hanya mencakup alamat yang diawali persis dengan teks yang Anda masukkan, misalnya https://www.contoh.com/. Cara verifikasinya lebih beragam: unggah file HTML, pasang tag meta, atau lewat Google Analytics.
Langkah 2: kirim sitemap
Sitemap adalah file berisi daftar alamat halaman penting di website Anda, biasanya di alamat seperti /sitemap.xml. Buka menu Sitemap, masukkan alamatnya, lalu kirim. Search Console kemudian menampilkan salah satu status berikut (namanya bisa sedikit berbeda tergantung bahasa tampilan):
- Berhasil: sitemap terbaca, dan jumlah alamat yang ditemukan ditampilkan.
- Ada error: sitemap terbaca, tetapi sebagian isinya bermasalah, misalnya format salah atau alamat tidak valid.
- Tidak dapat mengambil: Google belum berhasil mengunduh file sitemap sama sekali.
Ingat, sitemap membantu Google menemukan halaman, tetapi tidak menjamin semua halaman diindeks.
Cerita kami: "Tidak dapat mengambil" di domain baru
Saat menyiapkan situs Lumekara di domain baru lumekara.dev, kami mengirim sitemap segera setelah properti terverifikasi. Search Console langsung menampilkan "Tidak dapat mengambil". Padahal saat kami uji sendiri, sitemap bisa diakses dengan normal: server menjawab HTTP 200, jenis isinya application/xml, dan isinya memuat 58 alamat.
Status seperti ini cukup sering muncul sementara pada properti yang baru dibuat, karena Google belum sempat benar-benar mengambil filenya. Jadi jangan panik dan jangan mengubah banyak hal sekaligus. Tetapi jangan juga hanya menunggu. Periksa penyebab yang memang mungkin terjadi, supaya Anda yakin masalahnya bukan di sisi website.
Daftar periksa bila sitemap tidak dapat diambil
- Buka alamat sitemap di browser, sebaiknya di mode penyamaran. Pastikan isinya daftar alamat, bukan halaman error atau halaman login.
- Pastikan versi terbaru sudah ter-deploy. Sitemap yang ada di komputer developer belum tentu sudah ada di server.
- Pastikan domain sudah tersambung ke hosting, https sudah aktif, dan alamat sitemap memakai domain yang sama dengan properti.
- Periksa aturan keamanan dan firewall, misalnya di Cloudflare. Tantangan anti-bot yang terlalu ketat bisa ikut menghadang Googlebot.
- Periksa robots.txt. Pastikan file itu tidak memblokir sitemap atau halaman penting.
- Pastikan propertinya benar. Sitemap di https://www.contoh.com tidak cocok dikirim ke properti Awalan URL https://contoh.com.
- Uji satu halaman dengan URL Inspection. Bila semua di atas beres, beri waktu beberapa hari, lalu kirim ulang sitemap.
URL Inspection dan uji URL langsung
URL Inspection memeriksa satu alamat. Hasil awalnya menunjukkan apa yang Google ketahui dari data terakhirnya: apakah halaman ada di Google, kapan terakhir dirayapi, dan alamat kanonis mana yang dipilih Google. Tombol Uji URL langsung memeriksa versi halaman saat ini, sehingga cocok dipakai setelah Anda memperbaiki sesuatu. Bila hasilnya baik, Anda bisa meminta pengindeksan. Permintaan ini memasukkan halaman ke antrean, bukan jaminan halaman pasti diindeks.
Laporan halaman: terindeks dan tidak terindeks
Laporan pengindeksan halaman membagi alamat menjadi terindeks dan tidak terindeks. Halaman tidak terindeks belum tentu masalah, asalkan alasannya masuk akal. Beberapa alasan yang sering muncul:
- Dirayapi tetapi belum diindeks: Google sudah membaca halaman, tetapi belum memasukkannya. Sering terjadi pada halaman baru atau yang isinya tipis.
- Ditemukan tetapi belum dirayapi: Google tahu alamatnya, tetapi belum membacanya.
- Halaman alternatif dengan tag kanonis yang tepat: wajar, karena halaman itu memang menunjuk ke versi utama.
- Dikecualikan oleh noindex atau diblokir robots.txt: wajar bila disengaja, berbahaya bila terjadi pada halaman yang ingin Anda tampilkan.
- Tidak ditemukan (404) atau dialihkan: periksa apakah ada tautan lama yang perlu dibetulkan.
Laporan performa: kueri, klik, dan tayangan
Kueri adalah kata yang diketik orang di Google. Tayangan adalah berapa kali halaman Anda muncul di hasil pencarian. Klik adalah berapa kali orang benar-benar membukanya. Pola yang paling berguna untuk bisnis kecil adalah kueri dengan tayangan tinggi tetapi klik rendah: biasanya judul atau deskripsi halamannya perlu diperjelas. Data laporan ini umumnya tertinggal beberapa hari.
robots.txt dan canonical
- robots.txt memberi tahu mesin pencari bagian mana yang tidak perlu dirayapi. File ini bukan cara menyembunyikan halaman dari Google; untuk itu, pakai tag noindex. Cantumkan juga alamat sitemap di dalamnya.
- Canonical adalah tanda yang menunjuk versi utama bila beberapa alamat berisi sama atau mirip. Google menganggapnya petunjuk kuat, tetapi tetap bisa memilih versi lain.
Di Numekara, bisnis pendidikan yang kami jalankan, sitemap mencantumkan versi Indonesia dan Inggris halaman-halamannya beserta penanda hreflang. Artikel blognya hanya berbahasa Indonesia, jadi canonical artikel selalu menunjuk ke versi Indonesia. Saat Numekara pindah domain, kami memverifikasi properti baru, mengirim sitemap, memeriksa lewat uji URL langsung bahwa situs tersedia untuk Google, lalu mengajukan perubahan alamat dari domain lama.
Search Console tidak menaikkan peringkat website Anda. Alat ini membuat Anda tahu apa yang sebenarnya dilihat Google.